Category: pengabdian

  • Workshop “Preliminary Internet of Things” di SMK Negeri 1 Cimahi

    Workshop “Preliminary Internet of Things” di SMK Negeri 1 Cimahi

    [:en]Kebutuhan Industri dan Masyarakat saat ini akan Teknologi adalah pada Bidang Internet of Things  (IoT)yang diimplementasikan untuk mengotomatisasi proses dan kontrol dengan menggunakan perangkat-perangkat Sensor, Mikrokontroller maupun Mikroprosessor. Saat ini IoT adalah platform penting dalam mendukung Industri 4.0. Potensi IoT dipercaya sangat besar dan merupakan bisnis di masa depan. Pemerintah saat ini sangat mendorong sektor-sektor seperti bidang Teknologi Komunikasi, Smart card, Fiber Optic, Solar Panel, Lighting (Energy Saving), dan Digital Television guna dapat bersaing di era Industri 4.0. Selain itu, IoT saat ini dapat diimplementasikan unto Teknologi Pertanian, Teknologi Keamanan, dan dikembangkan lebih jauh lagi dengan mengkombinasikan bersama Algoritma Kecerdasan Buatan (AI).

    Potensi di atas merupakan peluang besar bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 untuk memiliki kompetensi di Bidang IoT bukan hanya untuk Program Kejuruan Sistem Informasi Jaringan dan Aplikasi tetapi juga untuk dikenalkan kepada Tiga Program Kejuruan lain sebagai Bahan kajian yang disesuaikan dengan Kompetensi Program Kejuruan masing-masing. Peluang ini dimanfaatkan oleh para Guru dan Siswa SMKN 1 Cimahi untuk merancang sistem yang didukung perangkat-perangkat IoT.

     

    SMKN 1 Cimahi merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Menengah Kejuruan di Kota Cimahi, Jawa Barat yang menyelenggarakan Program Pendidikan Kejuruan Empat Tahun dari Delapan SMK Negeri di Indonesia. Pembangunan Fisik dari SMK ini dimulai sejak tahun 1969, di atas tanah seluar 3,4 Ha dan telah menerima siswa sejak Tahun 1974 dan diresmikan pada 24 Maret 1977 dengan nama Sekolah Teknologi Menengah (STM) Pembangunan Bandung.

    SMK ini menjadi sekolah favorit dan terbukti telah menghasilkan lulusan-lulusan yang kompeten, dimana banyak lulusan dari SMK ini selain melanjutkan Studi pada jenjang Diploma maupun Sarjana di Universitas Telkom, juga salah satu alumninya menjadi dosen di Universitas Telkom. Sekolah ini memiliki visi Menjadi SMK Unggulan yang menghasilkan Sumber Daya Manusia Bermutu dan Berdaya Saing Tinggi. Melalui visi tersebut SMK Negeri 1 Cimahi ini memiliki Misi antara lain, Menyiapkan siswa menjadi calon tenaga kerja yang handal serta mampu bersaing di tingkat Regional maupun Global dan Meningkatkan Pelayanan Pendidikan dan Pengelolaan Sekolah melalui Layanan Prima. SMKN 1 Cimahi memiliki 8 Program Keahlian antara lain adalah Sistem Informasi Jaringan dan Aplikasi, Teknik Elektronika Industri, Teknik Otomasi Industri dan Instrumentasi dan Otomatisasi Proses. Empat Program Keahlian ini akan menghasilkan lulusan yang dengan Kompetensi Membuat Sistem Kendali Elektronik dan Otomatisasi Proses, Mikroprosesor dan Mikrokontroller dan Infrastruktur, Platform, Layanan Komputasi Awan dan Sistem Internet of Things (IoT).

    Program Pengabdian Masyarakat Dosen dari Kelompok Keahlian Telematika di SMK Negeri 1 Cimahi ini bukan yang pertama kali. Kegiatan Pengabdian Masyarakat kali ini berupa Kegiatan Workshop Prelimenary Internet of Things yang dihadiri oleh lebih dari 60 peserta dari Siswa perwakilan beberapa Program Studi. Antusias peserta sangat terlihat sekali pada kegiatan ini. Jumlah peserta workshop yang direncanakan tanya unto 20 orang siswa saja, menjadi lebih dari 60 orang.

    Kegiatan ini berisi Workshop mulai dari merakit devais yang kemudian dilanjutkan dengan dan mengimplementasikan Mikrokontroller Arduino dengan beberapa sensor, salah satunya dalah Sensor Suhu. Pada kegiatan ini pula, telah diserahkan modul pelatihan sekaligus paket devais sebanyak 40 paket.

    Beberapa umpan balik dari siswa setelah Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah diharapkan program seperti ini dilanjutkan dengan materi selanjutnya yaitu Internet of things dengan ditambahkan kecerdasan buatan, Big data dan Cyversecurity. Rata-rata umpan balik dari peserta sangat setuju dan setuju sebanyak 95,62% bahwa Kegiatan ini sudah sesuai dengan tujuan, sesuai kebutuhan dan diharapkan dilanjutkan di masa yang akan datang.

     

    -ADR-[:]

  • Diskusi IoT untuk Urban Farming di SMK Negeri 1 Cilengkrang

    Diskusi IoT untuk Urban Farming di SMK Negeri 1 Cilengkrang

    [:en]Urban farming merupakan salah satu metode Pertanian Non-Konvensional di daerah Perkotaan (urban). Urban farming menjadi salah satu alternatif solusi bagi Masyarakat Perkotaan yang ingin bercocok tanam pada area terbatas yang menjadi kendala utama di daerah Perkotaan. Tak hanya area yang terbatas saja, urban farming juga dapat menjadi solusi untuk petani yang memiliki kontur tanah tidak rata, maupun fasilitas pengairan yang kurang memadai.

     

    Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cilengkrang Kab. Bandung berada di tengah Areal kontur tanah yang tidak rata (Perbukitan). SMKN 1 Cilengkarang ini memiliki beberapa jurusan keilmuan, salah satunya adalah Program Studi Pertanian. Model Pertanian yang digunakan dalam proses belajar mengajar masih menggunakan Metode Konvensional, yaitu Bercocok Tanam di Lahan Kebun. Sayangnya jurusan Pertanian menjadi jurusan yang belum banyak diminati, sehingga perlu adanya terobosan Teknologi untuk membuat kegiatan belajar-mengajar terkait Pertanian menjadi lebih menarik dan juga dapat sejalan dengan Perkembangan Teknologi.

     

    Pada Kegiatan Pengabdian Masyarakat Kelompok Keahlian (KK) Dosen Telematika dengan Topik Pemanfaatan Internet of Things (IoT) untuk Urban Farming telah dilakukan Pengenalan Teknologi Informasi dalam hal ini pengenalan Teknologi IoT untuk Pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Beberapa Dosen dari KK Telematika untuk mengenalkan Pertanian dalam hal ini cocok tanam dengan metode Non-Konvensional, seperti Vertikultur, Hidroponik, dan Akuaponik. Selain itu juga dikenalkan salah satu Aplikasi IoT untuk Pertanian yaitu Smart Farming.

     

    Harapannya, Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dapat memberikan Awareness dan Tambahan Metode untuk Pertanian Konvensional yang “diperkaya” dengan berbagai perangkat yang terhubung dengan Internet, untuk kemudahan aspek pemantauan (monitoring), seperti pemantauan kadar Kelembaban Tanah, Suhu Udara, Intensitas Cahaya, dan Nutrisi tanaman.

     

    Umpan balik yang dihasilkan dari kegiatan ini antara lain bahwa Kegiatan ini sangat menarik, dan sangat membuka wawasan para siswa dan guru terkait teknologi informasi yang diterapkan di bidang pertanian serta Materi yang disampaikan sangat penting agar siswa-siswi dapat menerapkan IoT pada kegiatan belajarnya dan membuktikan bahwa IoT dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Sebanyak 90% kegiatan ini sudah sesuai dengan tujuan dan kebutuhan dari peserta. Dan 100% deserta mengharapkan kegiatan ini terus dilanjutkan di masa yang akan datang untuk topik-topik berikutnya.

    -ADR-[:]

  • Workshop IoT di SMK Darussalam Tarogong Kaler, Garut

    Workshop IoT di SMK Darussalam Tarogong Kaler, Garut

    [:en]Pada tanggal 6 september 2019 telah diadakan “Abdi Masyarakat” atau yang biasa disebut dengan ABDIMAS berupa seminar dengan tema “Internet Of Things”  yang dilaksanakan di Kabupaten Garut. Abdimas ini sendiri dilaksanakan oleh tiga dosen fakultas informatika telkom university, diantaranya adalah Erwid M Jadied selaku ketua panitia, Muhammad Al Makky dan Aulia Arif Wardana selaku narasumber dan juga dibantu oleh dua orang mahasiswa jurusan S 1 Teknologi Informasi yaitu Lutfi Sirajs D dan Afdhal Syamdiwita selaku asisten narasumber.

    Kegiatan ini berlangsung di SMK TAROGONG KALER, sebuah sekolah kejuruan swasta yang hanya memiliki satu fokus jurusan yaitu jurusan teknik komputer jaringan atau yang biasa disebut “TKJ”. Sekolah ini sendiri baru berdiri selama 3 tahun dan telah memiliki 3 angkatan.

    Seminar dimulai pada pukul 09:00 di aula SMK TAROGONG KALER. Sebuah kata sambutan hangat langsung diberikan oleh Pak Muhammad Allejar Spd.I.,M.Si selaku  kepala sekolah, dari pernyataan beliau, pihak sekolah dan para murid sangat senang dengan adanya kegiatan ini, karena mampu menambah wawawasan terhadap perkembangan teknologi, khususnya bagi sekolah-sekolah yang berada di daerah kecil seperti desa Tarogong Kaler, pengadaan seminar,pelatihan dan lomba-lomba akan sangat membantu proses perkembangan siswa di era teknologi seperti saat ini.

    Selanjutnya, Pengenalan tentang Internet Of Things langsung dibawakan oleh Muhammad Al Makky. Pengenalan IoT tersebut meliputi sejarah IoT,manfaat iot hingga pengaplikasian IoT di dunia nyata seperti pada sector pertanian,industri,pendidikan  dll. Para murid sangat antusias dengan Internet Of Things, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang masuk , membuat narasumber sedikit kewalahan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

    Setelah pengenalan tentang Internet Of Things selesai, narasumber selanjutnya yakni Aulia Arif memperkenalkan salah satu komponen penting pada IoT, yaitu mikrokontroller dari Arduino. Mikrokontroller sendiri merupakan alat kontrol sensor untuk menunjang penggunaan IoT, singkatnya miktrokontroller adalah otak dari pada IoT.

    Awalnya para murid  tidak memiliki basic pemrograman Arduino, karena memang fokus mereka adalah konfigurasi jaringan, sehingga membuat demo smartcity sedikit terhambat. Namun, setelah beberapa kali percobaan dan pengarahan dari narasumber, para murid setidaknya faham dengan fungsi-fungsi dan konsep penggunaan arduino.

    Pada penghujung acara, Tim Dosen FIF Tel-u memberikan sebuah cendramata berupa paket Arduino Kit lengkap dengan buku panduan sebanyak tiga jenis buku yang berbeda, harapanya adalah agar para siswa tidak hanya sampai di level pengenalan, tapi diharapkan siswa mampu mengembangkan lagi pengetahuan mereka tentang IoT dan tentunya dengan dukungan dan pengarahan dari sekolah.

    Pihak sekolah sangat senang dengan acara seminar ini, “semoga kerja sama telkom university dan smk tarogong kaler tidak hanya sampai disini, besar harapan kami agar diadakan pelatihan-pelatihan selanjutnya agar para siswa kami juga bisa naik level” ujar pak kepala sekolah. Disisi lain pihak sekolah juga sangat mengharapkan agar ada satu atau dua orang siswa mereka yang bisa di terima untuk berkuliah di Telkom University nantinya, agar ketika alumni mereka berkuliah di tel-u bisa membawa ilmunya kesekolah dan bisa di ajarkan ke adik-adik kelasnya.[:]

  • [:en]Hibah Sistem Absensi Berbasis Fingerprint pada TK Tunas Cilik [:]

    [:en]Hibah Sistem Absensi Berbasis Fingerprint pada TK Tunas Cilik [:]

    [:en]Maraknya kasus penculikan anak dalam dua tahun terakhir menyebabkan pihak sekolah perlu melakukan tindakan preventif untuk meminimalisir peluang terjadinya penculikan. Khususnya pada tingkat taman kanak (TK) dimana siswa TK masih belum dewasa secara fisik maupun psikis untuk menghindari penculikan. Salah satu peluang penculikan pada tingkat TK atau SD adalah pada saat penjemputan. Penculik dapat memanfaatkan momen penjemputan untuk melaksanakan aksi penculikan. Potensi penculikan pada saat penjemputan dapat diminimalisir dengan menerapkan sistem yang mampu mengindentifikasi penjemput sebelum diizinkan menjemput anak. Sistem yang dibuat mampu mengindentifikasi penjemput dan menggunakan biometrik (fingerprint/sidik jari) untuk proses autentikasinya.

    Universitas Telkom memiliki tanggungjawab untuk mengimplementasikan keilmuan kepada masyarakat dalam kegiatan pengabdian masyarakat, sehingga keilmuan yang selama ini dipelajari dan dikembangkan dalam dunia akademik dapat dimanfaatkan dalam dunia nyata. Sejalan dengan kebutuhan sistem identifikasi dan autentikasi penjemputan untuk anak sekolah, dosen-dosen yang tergabung dalam kelompok keilmuan telematika di fakultas informatika mengembangkan sistem validasi penjemputan siswa TK dengan memanfaatkan autentifikasi fingerprint. Sistem ini kemudian integrasikan dengan jaringan internet untuk mendapatkan dan mengelola data kehadiran siswa, orang tua/wali siswa, dan guru-guru di TK.

    Sistem fingerprint yang dibangun telah diimplementasikan di salah satu TK di Bandung yaitu TK Tunas Cilik yang berada di daerah Mandalajati Kota Bandung. Pada kegiatan serah terima sistem validasi penjemputan pada tanggal 27 April 2019, Tim dosen dari KK telematika menjelaskan dan memperagakan penggunaan fingerprint dan sistem pendukungnya untuk meminimalisir terjadinya kasus penculikan pada saat penjemputan. Perangkat dan sistem telah diterima oleh Kepala TK Tunas Cilik Ibu Rita Siti Mariam, yang dalam sambutannya berharap sistem dapat dikembangkan lagi sehingga nantinya orang tua juga dapat melakukan monitoring kegiatan belajar siswa di sekolah.

    [:]

  • [:en]Short Course in 90’s[:]

    [:en]Short Course in 90’s[:]

    [:en]Senin, 18 Februari 2019 Studio Hardware dan Embedded System yang merupakan salah satu laboratorium studio yang berada pada naungan KK SKJK, Fakultas Informatika, Unversitas Telkom, mengadakan Short Course in 90’s. Short Course tersebut dilaksanakan selama 3 hari yang diikuti oleh 90 mahasiswa Informatika yang sedang mengambil mata kuliah Penulisan Proposal dan Tugas Akhir. Kegiatan tersebut bertempat di Telematics Lab yang bertempat di gedung E lantai 2 (IF2.02.05).

    Struktur pada suatu produk terdiri dari susunan komponen-komponen pendukung dari perangkat keras. Komponen-komponen yang telah disusun nantinya akan saling terintegrasi untuk melaksanakan tugasnya. Perancangan dari struktur perangkat keras sangatlah penting. Hal ini disebabkan karena dari perancangan struktur dapat menentukan optimasi kerja dari suatu perangkat keras. Untuk mendesain perangkat keras yang nantinya dapat diimplementasikan pada kehidupan maka dibutuhkan pemahaman dasar dari penyusunan desain perangkat keras sebelum memulai tahap pembangunan suatu sistem perangkat keras.

    Hardware and Embedded System Studio (HESS) yang memiliki fokus penelitian dan pengembangan hardware dan embedded system. HESS di sini berperan dalam membantu memberikan Short Course tentang dasar-dasar mikrokontroler dan Raspberry Pi bagi pemula. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan mengenai tahapan-tahapan yang dapat membantu memberikan pemahaman dasar dan juga suplemen mengenai mikrokontroler, Raspberry Pi, dan platform Node-Red.

    Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pelatihan Short Course 90’s adalah untuk mengenalkan dasar-dasar Mikrokontroler dan kegunaannya, mengenalkan penggunaan Raspberry Pi  dan Node-Red kepada peserta, memberikan dasar-dasar pengetahuan tentang Protocol communication, Node-Red, dan Raspberry Pi kepada peserta.

    Luaran yang diharapkan dalam pelatihan tersebut adalah mahasiswa Telkom University program studi S1 Informatika pada kelompok keahlian Siber fisik, Komputer & Jaringan, Keamanan Sistem (SKJK) khususnya yang sedang melaksanakan  Penulisan Proposal dan Tugas Akhir dapat lebih mudah dalam pengerjaan tugas dan tanggung jawabnya.

     

    [:]