Tag: KKTele

  • Sosialisasi Cyber Security Untuk Mencegah Penipuan Berbasis Online Kepada Masyarakat Kel. Hegarmanah Kec. Cidadap, Bandung

    Sosialisasi Cyber Security Untuk Mencegah Penipuan Berbasis Online Kepada Masyarakat Kel. Hegarmanah Kec. Cidadap, Bandung

    Penipuan berbasis online merupakan ancaman serius bagi keamanan dan privasi pengguna internet. Masyarakat yang kurang berpengalaman di bidang teknologi cenderung menjadi sasaran penipuan. Sosialisasi tentang keamanan siber sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penipuan berbasis online dan cara mencegahnya. Pengabdian yang dilakukan oleh Alfian Fadhlurrohman Zufar Ro’if – 1301204413, Mochammad Athian Gifari – 1301204367, Dilia Fadilah Mutmainah – 1301204383, Muhammad Mufid Utomo – 1301204441, Dwi Hariyansyah Riaji – 1301204476 dengan di bimbing oleh Rizka Reza Pahlevi, S.Kom., M.Kom telah melaksanakan kegiatan dalam bentuk sosialisasi yang diharapkan bisa menambah pengetahuan masyarakat mengenai bahaya cyber security. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 5 april 2022 di Balai RW 09 Kel. Hegarmanah Kec. Cidadap, Bandung.

    Masyarakat sasar merupakan masyarakat umum sekitar RW 09 Kel. Hegarmanah Kec. Cidadap, Bandung. Masyarakat sasar merupakan pengguna layanan siber atau internet dalam keseharian mereka. Sayangnya, dari survei yang kami peroleh, masyarakat tidak tahu cara memeriksa dan melakukan pencegahan terhadap data pribadi mereka di internet. Hal ini didukung dengan pernyataan dari narasumber survei bahwa mereka setidaknya pernah sebanyak satu kali mendapatkan pesan berupa pesan mencurigakan dari pihak yang tidak dikenal. Parahnya, ada dari beberapa narasumber survei menjadi korban kejahatan siber. Hal ini menjadikan celah besar bagi pelaku criminal siber dalam melancarkan serangan yang berkaitan dengan kejahatan siber. 

    Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi, solusi yang dilakukan oleh tim kami adalah dengan melakukan sosialisasi secara tatap muka langsung dengan masyarakat yang telah menjadi mitra kami. Kami melakukan sosialisasi dengan metode dimana kami mempresentasikan materi tentang cyber security lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antar kami dan masyarakat yang sudah menjadi mitra kami.

    Metode  yang  akan  digunakan  pada  kegiatan  ini  adalah  metode  pengabdian, selama  waktu pelaksanaan,  akan  diberikan  beberapa  materi  yang  berkaitan  tentang cyber security. Berikut merupakan materi-materi  yang akan disampaikan: 

    1. Pengertian Cyber Security
    2. Jenis-jenis penipuan di sosial media
    3. Format file yang dikirim bukan gambar (contoh: .apk)
    4. Pura-pura menjadi orang yang dikenal
    5. Penipuan dengan modus mendapatkan hadiah melalui akun tidak resmi
    6. Langkah-langkah pencegahan penipuan di sosial media
    7. Cek apakah pesan dikirim oleh nomor resmi atau bukan
    8. Beri pertanyaan yang hanya diketahui oleh anda kepada pelaku
    9. Blokir nomor pelaku penipuan
    10. Langkah-langkah pencegahan penipuan di telepon
    11. Cek nomor telepon di aplikasi GetContact
    12. Cek pesan dikirim oleh nomer resmi atau penipu

    Setelah  disampaikan  semua  materi,  para masyarakat terutama ibu-ibu diharapkan dapat mengerti untuk menjaga diri dari modus berupa link phisingfile yang berbentuk APK, pesan dari orang yang tidak dikenal, dan lain-lain. 

  • [:en]IEEE SSCS Electronics Design Contest[:de]Hardware and Embedded System Studio Goes to 3rd Indonesia IEEE SSCS Electronics Design Contest[:]

    [:en]IEEE SSCS Electronics Design Contest[:de]Hardware and Embedded System Studio Goes to 3rd Indonesia IEEE SSCS Electronics Design Contest[:]

    [:en]

    Rabu, 30 November 2016 kemarin, Tim Prayer dari Studio Hardware dan Embedded System yang merupakan salah satu laboratorium studio yang berada pada naungan KK Telematika, Fakultas Informatika, Unversitas Telkom, yang beranggotakan Zavli Juwantara(IF 2013), Bayu Rizky Ramadhan(IF 2013), Ihda Husnayain(IF 2013) dan Rizka Reza Pahlevi(IF 2014) berhasil meraih peringkat empat pada kompetisi 3rd Indonesia IEEE SSCS Electronics Design Contest (EDC) untuk kategori Embedded System yang diselenggarakan bersamaan dengan 2016 International Symposium on Electronics and Smart Devices (ISESD) di Mercure Hotel Bandung.

    PRAYER: Pulse and Direction Play Controller

     

    Dengan tema kompetisi “wearble controller system”, maka Tim Prayer membuat sebuah alat yang dinamakan “PRAYER: Pulse and Direction Play Controller”. Alat tersebut merupakan sebuah piranti embedded system yang bertujuan untuk menjadi controller dalam menggunkan perangkat Virtual Reality(VR) yang merupakan teknologi yang sedang naik daun untuk sekarang ini. Yang membedakan perangkat ini dengan perangkat lainya adalah perangkat ini dilengkapi dengan pulse sensor sehingga mampu sekaligus  memantau kodisi tubuh user apakah sedang berada dalam kondisi fit atau tidak.

     Terdapat lima tim yang berada pada babak final ini, yaitu: Universitas Kristen Satya Wacana, Institut Teknologi Bandung, Universitas Telkom, Universitas Jambi dan Universitas Komputer Indonesia. Pada babak final ini semua tim harus melakukan presentasi dari perangkat embedded system yang mereka buat selama 20 menit dan dilanjutkan dengan demonstrasi dari alat yang yang setiap tim buat. Selain demonstrasi dilakukan dihadapan juri maupun peserta EDC lain, demonstrasi juga dilakukan ke pembicara maupun peserta ISESD. Pada kesempatan ini, Tim Prayer selain menambah pengalaman sekaligus ilmu baru khususnya tentang teknologi embedded system yang mereka maupun kami gunakan lewat sharing dengan tim-tim peserta lain.

     [:de]

    Rabu, 30 November 2016 kemarin, Tim Prayer dari Studio Hardware dan Embedded System yang merupakan salah satu laboratorium studio yang berada pada naungan KK Telematika, Fakultas Informatika, Unversitas Telkom, yang beranggotakan Zavli Juwantara(IF 2013), Bayu Rizky Ramadhan(IF 2013), Ihda Husnayain(IF 2013) dan Rizka Reza Pahlevi(IF 2014) berhasil meraih peringkat empat pada kompetisi 3rd Indonesia IEEE SSCS Electronics Design Contest (EDC) untuk kategori Embedded System yang diselenggarakan bersamaan dengan 2016 International Symposium on Electronics and Smart Devices (ISESD) di Mercure Hotel Bandung.

    PRAYER: Pulse and Direction Play Controller

     

    Dengan tema kompetisi “wearble controller system”, maka Tim Prayer membuat sebuah alat yang dinamakan “PRAYER: Pulse and Direction Play Controller”. Alat tersebut merupakan sebuah piranti embedded system yang bertujuan untuk menjadi controller dalam menggunkan perangkat Virtual Reality(VR) yang merupakan teknologi yang sedang naik daun untuk sekarang ini. Yang membedakan perangkat ini dengan perangkat lainya adalah perangkat ini dilengkapi dengan pulse sensor sehingga mampu sekaligus  memantau kodisi tubuh user apakah sedang berada dalam kondisi fit atau tidak.

     Terdapat lima tim yang berada pada babak final ini, yaitu: Universitas Kristen Satya Wacana, Institut Teknologi Bandung, Universitas Telkom, Universitas Jambi dan Universitas Komputer Indonesia. Pada babak final ini semua tim harus melakukan presentasi dari perangkat embedded system yang mereka buat selama 20 menit dan dilanjutkan dengan demonstrasi dari alat yang yang setiap tim buat. Selain demonstrasi dilakukan dihadapan juri maupun peserta EDC lain, demonstrasi juga dilakukan ke pembicara maupun peserta ISESD. Pada kesempatan ini, Tim Prayer selain menambah pengalaman sekaligus ilmu baru khususnya tentang teknologi embedded system yang mereka maupun kami gunakan lewat sharing dengan tim-tim peserta lain.

     [:]