Author: tele

  • Pengabdian Masyarakat Pelatihan Peningkatan Aspek Motorik dan Keseimbangan bagi Siswa TK Al Ghiffari, Bandung Menggunakan Internet of Things (IoT)

    Pengabdian Masyarakat Pelatihan Peningkatan Aspek Motorik dan Keseimbangan bagi Siswa TK Al Ghiffari, Bandung Menggunakan Internet of Things (IoT)

    Perkembangan fisik motorik merupakan pengendalian gerak tubuh melalui urat saraf, pusat saraf dan otot yang dapat dikoordinir. Perkembangan motorik ini merupakan hal yang mendasar dari aspek-aspek perkembangan lainnya. Perkembangan ini akan pada meningkat seiring dengan kematangan otot dan syaraf pada tubuh anak. Saat pandemi, kegiatan fisik berkurang drastis, karena anak-anak lebih banyak beraktivitas di dalam rumah. TK Al Ghifari merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mendukung pembelajaran pengembangan motorik pada anak. Untuk mendukung pembelajaran perkembangan motorik anak, dibutuhkan perangkat yang berguna untuk menstimulasi aspek motorik dan keseimbangan anak berkembang secara optimal. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Dr. Vera Suryani melaksanakan pembuatan perangkat bantu serta pelatihan penggunaan perangkat dan metode untuk meningkatkan aspek motorik dan keseimbangan anak usia pra sekolah dan TK. Dari hasil survey yang diberikan kepada mitra PkM menunjukkan bahwa kepuasan mitra terhadap kemudahan instalasi sebesar 90%, menudahan penggunaan sebesar 100%, kualitas perangkat sebesar 100%, dan aspek kebermanfaatan sebesar 80%.

    Figure : Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Pelatihan Peningkatan Aspek Motorik dan Keseimbangan bagi Siswa TK Al Ghiffari, Bandung Menggunakan Internet of Things (IoT)
    Video pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Pelatihan Peningkatan Aspek Motorik dan Keseimbangan bagi Siswa TK Al Ghiffari, Bandung Menggunakan Internet of Things (IoT)
  • Pengabdian Masyarakat Pembangunan Aplikasi Terpadu untuk Komunitas Center Bandung Highland

    Pengabdian Masyarakat Pembangunan Aplikasi Terpadu untuk Komunitas Center Bandung Highland

    Sebagai usaha untuk memperluas jangkauan layanan dan sekaligus memperlancar proses administrasi layanan tersebut, sebuah pusat komunitas yang berada di daerah Bandung Timur, yaitu Community Center Bandung Highland membutuhkan dukungan implementasi IT. Kebutuhan dukungan IT ini direspon oleh tim abdimas Telkom University yang diketuai oleh Niken Cahyani, dengan melibatkan tim yang beranggotakan 2 dosen lainnya yaitu Erwid M. Jadied dan Satria Mandala, dibantu oleh 3 orang mahasiswa. Tim ini merupakan kolaborasi antara Fakultas Informatika dan Fakultas Ilmu Terapan. Ada 2 solusi yang diberikan oleh tim abdimas ini, yaitu pembangunan website sebagai sarana promosi dan perluasan jangkauan layanan, serta pembangunan aplikasi desktop dengan rancangan database yang lengkap untuk mendukung kegiatan internal komunitas. Selain memberikan 2 buah aplikasi ini, kegiatan abdimas yang dilaksanakan dengan menggunakan skema Abdimas Reguler Tahap 2 Tahun 2021 ini, juga memberikan penyuluhan dalam bentuk pelatihan penggunaan dan pengelolaan untuk kedua aplikasi tersebut. Dengan adanya dukungan IT ini pihak komunitas memberikan apresiasi yang sangat positif dan menjadi sangat terbantu untuk menjalankan kegiatannya.

    Figure : Aplikasi Terpadu Bandung Highland
  • Pengabdian Masyarakat Pelatihan Pembangunan Situs Bisnis untuk Promosi Produk UKM Bagi Para Anggota ASPPUK

    Pengabdian Masyarakat Pelatihan Pembangunan Situs Bisnis untuk Promosi Produk UKM Bagi Para Anggota ASPPUK

    Berdasarkan CIO and CTO survey tahun 2021 di sejumlah negara seperti Amerika, Inggris, Cina, India dan Brazil, sepertiga dari hasil survey menyatakan AI menjadi trendyang dibutuhkan dunia industri, terutama di sektor manufaktur, kesehatan, jasa keuangan dan juga pendidikan. Namun, menurut Gartner Research Study, diprediksikan pada tahun 2022, bisa terjadi fenomena yang disebut AI Bias. Kemungkinan terjadinya fenomena tersebut adalah sebesar 85%.

    AI Bias adalah fenomena di mana hasil prediksi dari AI menjadi tidak akurat. Hal ini terjadi lantaran mekanisme gender profiling antara pria dan wanita yang tidak akurat, seperti yang dijabarkan oleh ProPublica study dalam program yang dinamakan COMPAS (Correctional Offender Management Profiling for Alternative Sanctions). Fenomena AI Bias ini terjadi lantaran ketimpangan gender antara porsi laki-laki dan perempuan yang bekerja di bidang teknologi, seperti halnya pada bidang AI.

    Ketimpangan gender tersebut secara tidak langsung menimbulkan fenomena kesalahan prediksi berdasarkan dataset yang digunakan. Contoh nyata yang terjadi adalah pada penggunaan dataset industri, yaitu IJB-A dan Adience, untuk pengenalan wajah. Kedua dataset tersebut cenderung menghasilkan prediksi yang salah untuk mengenali wajah wanita berkulit hitam ketimbang wajah laki-laki berkulit hitam. Padahal dengan adanya peningkatan di bidang AI, menurut World Economic Forum, ia akan menyebabkan hilangnya sekitar 75 juta jenis pekerjaan. Meski disinyalir akan tumbuh 133 juta jenis pekerjaan baru, namun AI Bias ini bisa memperkecil porsi tersebut, yaitu berupa banyaknya jenis pekerjaan yang menjadi hilang, terutama pekerjaan yang didominasi kaum wanita.  Dengan kondisi seperti itu, baik dari sisi global maupun dari sisi UKM di Indonesia, dirasakan perlu dilakukannya pelatihan terkait pembangunan situs bisnis untuk promosi produk UKM, terutama bagi para pengusaha UKM bergender wanita. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Dodi Wisaksono Sudiharto, S.T., M.Kom melaksanakan pelatihan tersebut degan tujuan untuk mengedukasi para pengusaha UKM.  Program pelatihan ini ditujukan bagi para anggota ASPPUK (Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil).

    Figure 1 : Pelaksanaaan Pengmas bersama ASPPUK
    Video Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Pelatihan Pembangunan Situs Bisnis untuk Promosi Produk UKM Bagi Para Anggota ASPPUK
  • Workshop Penggunaan Aplikasi Piots Tanah di SMK Negeri 1 Cilengkrang

    Workshop Penggunaan Aplikasi Piots Tanah di SMK Negeri 1 Cilengkrang

    Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 November 2019 yang bertempat di Laboratorium Holtikultura SMKN 1 Cilengkrang. Jumlah peserta yang hadir adalah sebanyak 34 orang. Jumlah dosen yang hadir 7 orang, serta jumlah panitia sebanyak 3 orang, jadi total yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 44 orang peserta/ partisipan.

    Monitoring system bukan sebuah hal yang baru dalam dunia Teknologi Informasi. Pemanfaatan teknologi dalam pengolahan data menjadi sebuah data yang berguna atau biasa disebut informasi, telah banyak di terapkan di berbagai bidang. Tak terkecuali dalam bidang agribisnis hortikultura ini juga Maka dari itu TIm Fakultas Infromatika, Telkom University menghibahkan sebuah sistem pemantauan kondisi tahan kepada para guru dan siswa dalam pemanfaatan teknologi untuk memantau berbagai data terkait kondisi tanah yang bisa diperhatikan dan dilihat.

    [:]

  • Diskusi Data Center Di SMK Negeri 1 Cimahi

    Diskusi Data Center Di SMK Negeri 1 Cimahi

    [:en]Salah satu komponen utama dari berkembangnya aplikasi dan layanan berbasis internet saat ini adalah ketersediaan dan pengelolaan pusat data/ data center yang baik. Kebutuhan untuk perancangan, installasi, dan pengelolaan data center industri/perusahaan penyedia layanan/pemerintahan dalam rentang satu dekade ini sangat besar sehingga membuka peluang pekerjaan bagi lulusan berbasis teknologi informasi, komputer, dan jaringan.

    Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Cimahi adalah salah satu sekolah vokasi negeri yang memiliki dua jurasan/program keahlian berbasis teknologi informasi dan komputer yaitu jurusan Sistem Informasi Jaringan dan Aplikasi (SIJA) serta jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Kedua jurusan ini memiliki dasar ilmu untuk belajar tentang data center.

    Dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim dosen Fakultas Informatika, Universitas Telkom (TelU) yang berada dalam rumpun kelompok keahlian Telematika bekerja sama dengan SMKN 1 Cimahi melaksanakan pengenalan Data Center dengan materi “Data Center Design”. Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober 2019 di Aula Serbaguna SMKN 1 Cimahi. Acara dibuka oleh ketua tim PKM TelU Ibu Siti Amatullah, MT. Dalam sambutannya, Ibu Siti menyampaikan harapannya agar dengan pelaksanaan PKM tentang data center memberikan tambahan pengetahuan terhadap kebutuhan dan perkembangan teknologi informasi saat ini yang begitu cepat dan pesat. Bapak Drs. Daud Saleh, MM selaku kepala SMKN 1 Cimahi menyambut baik kegiatan workshop ini dan berharap kerjasama yang sudah terjalin baik antara SMKN 1 Cimahi dan TelU akan terus ditingkatkan sehingga kedepannya dapat memberikan manfaat yang lebih besar baik kepada kedua institusi maupun terhadap masyarakat.

    Materi Design Data Center diikuti oleh sekitar 80 siswa dari jurusan SIJA dan RPLK serta 10 guru dari kedua jurusan tersebut. Sedangkan materi disampaikan oleh Bapak Muhammad Arief Nugroho, MT, HCIA, HCIP, CDCP yang merupakan salah satu dosen di prodi S1 Informatika serta praktisi dalam bidang Data Center. Dalam penyampaiannya Bapak Arief menyampaikan dalam 5 sesi. Sesi yang pertama mengenai pentingnya data center dalam sebuah organisasi. Bagaimana pengaruh ketika data center tidak dapat beroperasi terhadap pendapatan dan operasional perusahaan, bagaimana kompleksitas yang harus dihadapi ketika membangun dan mengelola data center serta faktor-faktor risiko yang terjadi terhadap data center.

    Sesi kedua membahas mengenai Data Center Design yang meliputi standar-standar yang digunakan sebagai acuan pembangunan data center dan contoh-contoh implementasinya. Pembahasan mengenai penentuan layout data center dibahas pada sesi yang ketiga. Bagaimana mendefeinisikan kebutuhan ruangan yang harus disediakan dalam pembuatan data center serta detail-detailnya. Penjelasan mengenai jenis-jenis rack, detail masing-masing rack, mekanisme pendinginan rack, bahkan detail warna rack dijelaskan pada sesi ke 5 yaitu mengenai rack infrastruktur. Sesi terakhir membahas mengenai perlindungan terhadap api dalam data center. Komponen atau kondisi apa saja yang memungkinkan sebagai sumber kebakaran, kebutuhan apa saja yang harus dimiliki oleh data center untuk perlindungan terhadap kebakaran, perangkat-perangkat pemadam kebakaran yang wajib tersedia di dalam data center serta cara penanggulangannya.

    Dalam pelaksanaanya para siswa dan guru sangat antusias dalam mengikuti kegiatan, terlihat dari kegiatan aktif siswa dan guru dalam menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh Pak Arief maupun menanyakan tentang materi yang diberikan. Kegiatan PKM diakhir dengan pemberian sertifikat oleh SMKN 1 Cimahi kepada Pak Arief Nugroho, dan pemberian sertifikat oleh PKM kepada para guru peserta kegiatan workshop.

    [:]

  • Workshop “Preliminary Internet of Things” di SMK Negeri 1 Cimahi

    Workshop “Preliminary Internet of Things” di SMK Negeri 1 Cimahi

    [:en]Kebutuhan Industri dan Masyarakat saat ini akan Teknologi adalah pada Bidang Internet of Things  (IoT)yang diimplementasikan untuk mengotomatisasi proses dan kontrol dengan menggunakan perangkat-perangkat Sensor, Mikrokontroller maupun Mikroprosessor. Saat ini IoT adalah platform penting dalam mendukung Industri 4.0. Potensi IoT dipercaya sangat besar dan merupakan bisnis di masa depan. Pemerintah saat ini sangat mendorong sektor-sektor seperti bidang Teknologi Komunikasi, Smart card, Fiber Optic, Solar Panel, Lighting (Energy Saving), dan Digital Television guna dapat bersaing di era Industri 4.0. Selain itu, IoT saat ini dapat diimplementasikan unto Teknologi Pertanian, Teknologi Keamanan, dan dikembangkan lebih jauh lagi dengan mengkombinasikan bersama Algoritma Kecerdasan Buatan (AI).

    Potensi di atas merupakan peluang besar bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 untuk memiliki kompetensi di Bidang IoT bukan hanya untuk Program Kejuruan Sistem Informasi Jaringan dan Aplikasi tetapi juga untuk dikenalkan kepada Tiga Program Kejuruan lain sebagai Bahan kajian yang disesuaikan dengan Kompetensi Program Kejuruan masing-masing. Peluang ini dimanfaatkan oleh para Guru dan Siswa SMKN 1 Cimahi untuk merancang sistem yang didukung perangkat-perangkat IoT.

     

    SMKN 1 Cimahi merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Menengah Kejuruan di Kota Cimahi, Jawa Barat yang menyelenggarakan Program Pendidikan Kejuruan Empat Tahun dari Delapan SMK Negeri di Indonesia. Pembangunan Fisik dari SMK ini dimulai sejak tahun 1969, di atas tanah seluar 3,4 Ha dan telah menerima siswa sejak Tahun 1974 dan diresmikan pada 24 Maret 1977 dengan nama Sekolah Teknologi Menengah (STM) Pembangunan Bandung.

    SMK ini menjadi sekolah favorit dan terbukti telah menghasilkan lulusan-lulusan yang kompeten, dimana banyak lulusan dari SMK ini selain melanjutkan Studi pada jenjang Diploma maupun Sarjana di Universitas Telkom, juga salah satu alumninya menjadi dosen di Universitas Telkom. Sekolah ini memiliki visi Menjadi SMK Unggulan yang menghasilkan Sumber Daya Manusia Bermutu dan Berdaya Saing Tinggi. Melalui visi tersebut SMK Negeri 1 Cimahi ini memiliki Misi antara lain, Menyiapkan siswa menjadi calon tenaga kerja yang handal serta mampu bersaing di tingkat Regional maupun Global dan Meningkatkan Pelayanan Pendidikan dan Pengelolaan Sekolah melalui Layanan Prima. SMKN 1 Cimahi memiliki 8 Program Keahlian antara lain adalah Sistem Informasi Jaringan dan Aplikasi, Teknik Elektronika Industri, Teknik Otomasi Industri dan Instrumentasi dan Otomatisasi Proses. Empat Program Keahlian ini akan menghasilkan lulusan yang dengan Kompetensi Membuat Sistem Kendali Elektronik dan Otomatisasi Proses, Mikroprosesor dan Mikrokontroller dan Infrastruktur, Platform, Layanan Komputasi Awan dan Sistem Internet of Things (IoT).

    Program Pengabdian Masyarakat Dosen dari Kelompok Keahlian Telematika di SMK Negeri 1 Cimahi ini bukan yang pertama kali. Kegiatan Pengabdian Masyarakat kali ini berupa Kegiatan Workshop Prelimenary Internet of Things yang dihadiri oleh lebih dari 60 peserta dari Siswa perwakilan beberapa Program Studi. Antusias peserta sangat terlihat sekali pada kegiatan ini. Jumlah peserta workshop yang direncanakan tanya unto 20 orang siswa saja, menjadi lebih dari 60 orang.

    Kegiatan ini berisi Workshop mulai dari merakit devais yang kemudian dilanjutkan dengan dan mengimplementasikan Mikrokontroller Arduino dengan beberapa sensor, salah satunya dalah Sensor Suhu. Pada kegiatan ini pula, telah diserahkan modul pelatihan sekaligus paket devais sebanyak 40 paket.

    Beberapa umpan balik dari siswa setelah Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah diharapkan program seperti ini dilanjutkan dengan materi selanjutnya yaitu Internet of things dengan ditambahkan kecerdasan buatan, Big data dan Cyversecurity. Rata-rata umpan balik dari peserta sangat setuju dan setuju sebanyak 95,62% bahwa Kegiatan ini sudah sesuai dengan tujuan, sesuai kebutuhan dan diharapkan dilanjutkan di masa yang akan datang.

     

    -ADR-[:]

  • Diskusi IoT untuk Urban Farming di SMK Negeri 1 Cilengkrang

    Diskusi IoT untuk Urban Farming di SMK Negeri 1 Cilengkrang

    [:en]Urban farming merupakan salah satu metode Pertanian Non-Konvensional di daerah Perkotaan (urban). Urban farming menjadi salah satu alternatif solusi bagi Masyarakat Perkotaan yang ingin bercocok tanam pada area terbatas yang menjadi kendala utama di daerah Perkotaan. Tak hanya area yang terbatas saja, urban farming juga dapat menjadi solusi untuk petani yang memiliki kontur tanah tidak rata, maupun fasilitas pengairan yang kurang memadai.

     

    Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cilengkrang Kab. Bandung berada di tengah Areal kontur tanah yang tidak rata (Perbukitan). SMKN 1 Cilengkarang ini memiliki beberapa jurusan keilmuan, salah satunya adalah Program Studi Pertanian. Model Pertanian yang digunakan dalam proses belajar mengajar masih menggunakan Metode Konvensional, yaitu Bercocok Tanam di Lahan Kebun. Sayangnya jurusan Pertanian menjadi jurusan yang belum banyak diminati, sehingga perlu adanya terobosan Teknologi untuk membuat kegiatan belajar-mengajar terkait Pertanian menjadi lebih menarik dan juga dapat sejalan dengan Perkembangan Teknologi.

     

    Pada Kegiatan Pengabdian Masyarakat Kelompok Keahlian (KK) Dosen Telematika dengan Topik Pemanfaatan Internet of Things (IoT) untuk Urban Farming telah dilakukan Pengenalan Teknologi Informasi dalam hal ini pengenalan Teknologi IoT untuk Pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Beberapa Dosen dari KK Telematika untuk mengenalkan Pertanian dalam hal ini cocok tanam dengan metode Non-Konvensional, seperti Vertikultur, Hidroponik, dan Akuaponik. Selain itu juga dikenalkan salah satu Aplikasi IoT untuk Pertanian yaitu Smart Farming.

     

    Harapannya, Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dapat memberikan Awareness dan Tambahan Metode untuk Pertanian Konvensional yang “diperkaya” dengan berbagai perangkat yang terhubung dengan Internet, untuk kemudahan aspek pemantauan (monitoring), seperti pemantauan kadar Kelembaban Tanah, Suhu Udara, Intensitas Cahaya, dan Nutrisi tanaman.

     

    Umpan balik yang dihasilkan dari kegiatan ini antara lain bahwa Kegiatan ini sangat menarik, dan sangat membuka wawasan para siswa dan guru terkait teknologi informasi yang diterapkan di bidang pertanian serta Materi yang disampaikan sangat penting agar siswa-siswi dapat menerapkan IoT pada kegiatan belajarnya dan membuktikan bahwa IoT dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Sebanyak 90% kegiatan ini sudah sesuai dengan tujuan dan kebutuhan dari peserta. Dan 100% deserta mengharapkan kegiatan ini terus dilanjutkan di masa yang akan datang untuk topik-topik berikutnya.

    -ADR-[:]

  • Workshop IoT di SMK Darussalam Tarogong Kaler, Garut

    Workshop IoT di SMK Darussalam Tarogong Kaler, Garut

    [:en]Pada tanggal 6 september 2019 telah diadakan “Abdi Masyarakat” atau yang biasa disebut dengan ABDIMAS berupa seminar dengan tema “Internet Of Things”  yang dilaksanakan di Kabupaten Garut. Abdimas ini sendiri dilaksanakan oleh tiga dosen fakultas informatika telkom university, diantaranya adalah Erwid M Jadied selaku ketua panitia, Muhammad Al Makky dan Aulia Arif Wardana selaku narasumber dan juga dibantu oleh dua orang mahasiswa jurusan S 1 Teknologi Informasi yaitu Lutfi Sirajs D dan Afdhal Syamdiwita selaku asisten narasumber.

    Kegiatan ini berlangsung di SMK TAROGONG KALER, sebuah sekolah kejuruan swasta yang hanya memiliki satu fokus jurusan yaitu jurusan teknik komputer jaringan atau yang biasa disebut “TKJ”. Sekolah ini sendiri baru berdiri selama 3 tahun dan telah memiliki 3 angkatan.

    Seminar dimulai pada pukul 09:00 di aula SMK TAROGONG KALER. Sebuah kata sambutan hangat langsung diberikan oleh Pak Muhammad Allejar Spd.I.,M.Si selaku  kepala sekolah, dari pernyataan beliau, pihak sekolah dan para murid sangat senang dengan adanya kegiatan ini, karena mampu menambah wawawasan terhadap perkembangan teknologi, khususnya bagi sekolah-sekolah yang berada di daerah kecil seperti desa Tarogong Kaler, pengadaan seminar,pelatihan dan lomba-lomba akan sangat membantu proses perkembangan siswa di era teknologi seperti saat ini.

    Selanjutnya, Pengenalan tentang Internet Of Things langsung dibawakan oleh Muhammad Al Makky. Pengenalan IoT tersebut meliputi sejarah IoT,manfaat iot hingga pengaplikasian IoT di dunia nyata seperti pada sector pertanian,industri,pendidikan  dll. Para murid sangat antusias dengan Internet Of Things, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang masuk , membuat narasumber sedikit kewalahan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

    Setelah pengenalan tentang Internet Of Things selesai, narasumber selanjutnya yakni Aulia Arif memperkenalkan salah satu komponen penting pada IoT, yaitu mikrokontroller dari Arduino. Mikrokontroller sendiri merupakan alat kontrol sensor untuk menunjang penggunaan IoT, singkatnya miktrokontroller adalah otak dari pada IoT.

    Awalnya para murid  tidak memiliki basic pemrograman Arduino, karena memang fokus mereka adalah konfigurasi jaringan, sehingga membuat demo smartcity sedikit terhambat. Namun, setelah beberapa kali percobaan dan pengarahan dari narasumber, para murid setidaknya faham dengan fungsi-fungsi dan konsep penggunaan arduino.

    Pada penghujung acara, Tim Dosen FIF Tel-u memberikan sebuah cendramata berupa paket Arduino Kit lengkap dengan buku panduan sebanyak tiga jenis buku yang berbeda, harapanya adalah agar para siswa tidak hanya sampai di level pengenalan, tapi diharapkan siswa mampu mengembangkan lagi pengetahuan mereka tentang IoT dan tentunya dengan dukungan dan pengarahan dari sekolah.

    Pihak sekolah sangat senang dengan acara seminar ini, “semoga kerja sama telkom university dan smk tarogong kaler tidak hanya sampai disini, besar harapan kami agar diadakan pelatihan-pelatihan selanjutnya agar para siswa kami juga bisa naik level” ujar pak kepala sekolah. Disisi lain pihak sekolah juga sangat mengharapkan agar ada satu atau dua orang siswa mereka yang bisa di terima untuk berkuliah di Telkom University nantinya, agar ketika alumni mereka berkuliah di tel-u bisa membawa ilmunya kesekolah dan bisa di ajarkan ke adik-adik kelasnya.[:]

  • Pengumuman Pelatihan Mikrokontroller 2019

    Pengumuman Pelatihan Mikrokontroller 2019

    Berikut merupakan list peserta yang akan mengikuti pelatihan mikrokontroller yang akan diadakan oleh Lab. Foresty :

    Daftar Peserta Microcontroller Training

    Setiap peserta akan mendapatkan email seperti berikut dari Lab.Foresty :

     

    Email tersebut sebagai reminder untuk mengikuti pelatihan dan mohon segera lakukan konfirmasi. Jangan datang terlambat ya, karena device gratis tersedia terbatas !

  • [:en]Green Urban Farming di Perumahan Sukaasih Bandung[:]

    [:en]Green Urban Farming di Perumahan Sukaasih Bandung[:]

    [:en]

    Perumahan Sukaasih merupakan perumahan yang sudah ada sejak tahun 1980 yang terletak di RW 7 Kelurahan Sindangjaya Kecamatan Mandalajati Kota Bandung. Oleh karena perumahan ini merupakan perumahan lama, maka mayoritas penduduknya adalah para pensiunan. Sebagian besar dari warga adalah pensiunan pegawai negeri sipil dan swasta.  Dengan tidak adanya aktivitas rutin sebagai dahulu saat bekerja, para pensiunan ini tetap perlu memelihara aktivitasnya dengan tujuan menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Walaupun demikian, mengingat usia yang tidak lagi muda, maka aktivitas yang dilakukan haruslah yang menyehatkan jasmani dan rohani, serta tidak terlalu menguras tenaga.

    Selama ini, aktivitas fisik rutin yang dilakukan adalah jalan pagi secara berkelompok di seputaran komplek perumahan. Walau aktivitas ini sangat baik, tetapi karena tidak ada variasi aktivitas maka kegiatan ini menimbulkan kebosanan. Perlu ada alternatif aktivitas yang dapat membantu para pensiunan untuk tetap aktif berkegiatan.

    Pengusul melihat bahwa salah satu alternatif aktivitas lain yang dapat dilakukan para pensiunan tersebut adalah berkebun. Dari berbagai literatur diperoleh bahwa banyak sekali manfaat dari aktivitas berkebun ini, diantaranya: i) membakar kalori tubuh, ii) menurunkan risiko penyakit jantung, iii) meningkatkan daya tahan tubuh, iv) menjaga kesehatan otak, dan v) meningkatkan koordinasi dan kekuatan tangan.

    Hingga pada tanggal 20 Juni 2019, Fakultas Telkom University melakukan kegiatan hibah perangkat green urban farming. Dengan dihadiri langsung oleh ketua RW sukaasih dan beberapa tokoh masyarakat, membuat kegiatan ini mampu menjadi aktifitas baru bagi mereka. Telkom University juga turut memberikan pelatihan singkat dan diskusi ringat terkait tren berkebun memanfaatkan teknologi seperti ini.
    Diakhir kegiatan, ketua RW selaku perwakilan dari masyarakat berterimakasih dan merasa senang telah mengambil bagian dari program ini. Kedepannya, semoga semakin banyak manfaat yang akan dirasakan masyarakat dari keberadaannya Telkom University sebagai salah satu kampus terbaik di area Bandung Raya.

     [:]