Author: rizkarezap rizkarezap

  • Metaverse 2023 di SMKN 10 Bandung

    Metaverse 2023 di SMKN 10 Bandung

    Pada tanggal 24 Mei 2023, di laboratorium film di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 10 Bandung telah dilaksanakan sosialisasi dan pelatihan teknologi metaverse. Kegiatan ini terselenggara dengan dukungan pendanaan dari direktorat penelitian dan pengabdian masyarakat (PPM) Universitas Telkom. Tim kegiatan pengabdian masyarakat diketuai oleh Bapak Parman Sukarno, Ph.D dari prodi S2 Informatika Fakultas Informatika dengan anggota Bapak Muhammad Al Makky, MT. (prodi S1 Informatika), Bapak Hilal Hudan Nuha, Ph.D (prodi S1 Teknologi Informasi), dan Bapak Dr. Eng. Alfian Akbar (dari prodi D3 Rekayasa Perangkat Lunak Aplikasi). Kegiatan pengabdian masyakarat ini terdiri dari dua materi yaitu materi tentang kondisi disruptive teknologi pendidikan yang dipaparkan oleh Bapak Novian Anggis S, MT. (prodi S1 Teknologi Informasi), dan materi tentang teknologi metaverse di bidang pendidikan yang dipaparkan oleh Bapak Donni Richasdy, MT (prodi S1 Informatika). Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas X dari program keahlian broadcasting dan perfilman SMKN 10 Bandung. Kegiatan ini merupakan kegiatan berkelanjutan yang merupakan hasil kerja sama fakultas informatika dan SMKN 10 Bandung. Video dokumentasi kegiatan pengabdian masyarakat dapat dilihat pada link berikut:

    https://www.youtube.com/watch?v=svRNIxFyT78

  • Sosialisasi Cyber Security Untuk Mencegah Penipuan Berbasis Online Kepada Masyarakat Kel. Hegarmanah Kec. Cidadap, Bandung

    Sosialisasi Cyber Security Untuk Mencegah Penipuan Berbasis Online Kepada Masyarakat Kel. Hegarmanah Kec. Cidadap, Bandung

    Penipuan berbasis online merupakan ancaman serius bagi keamanan dan privasi pengguna internet. Masyarakat yang kurang berpengalaman di bidang teknologi cenderung menjadi sasaran penipuan. Sosialisasi tentang keamanan siber sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penipuan berbasis online dan cara mencegahnya. Pengabdian yang dilakukan oleh Alfian Fadhlurrohman Zufar Ro’if – 1301204413, Mochammad Athian Gifari – 1301204367, Dilia Fadilah Mutmainah – 1301204383, Muhammad Mufid Utomo – 1301204441, Dwi Hariyansyah Riaji – 1301204476 dengan di bimbing oleh Rizka Reza Pahlevi, S.Kom., M.Kom telah melaksanakan kegiatan dalam bentuk sosialisasi yang diharapkan bisa menambah pengetahuan masyarakat mengenai bahaya cyber security. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 5 april 2022 di Balai RW 09 Kel. Hegarmanah Kec. Cidadap, Bandung.

    Masyarakat sasar merupakan masyarakat umum sekitar RW 09 Kel. Hegarmanah Kec. Cidadap, Bandung. Masyarakat sasar merupakan pengguna layanan siber atau internet dalam keseharian mereka. Sayangnya, dari survei yang kami peroleh, masyarakat tidak tahu cara memeriksa dan melakukan pencegahan terhadap data pribadi mereka di internet. Hal ini didukung dengan pernyataan dari narasumber survei bahwa mereka setidaknya pernah sebanyak satu kali mendapatkan pesan berupa pesan mencurigakan dari pihak yang tidak dikenal. Parahnya, ada dari beberapa narasumber survei menjadi korban kejahatan siber. Hal ini menjadikan celah besar bagi pelaku criminal siber dalam melancarkan serangan yang berkaitan dengan kejahatan siber. 

    Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi, solusi yang dilakukan oleh tim kami adalah dengan melakukan sosialisasi secara tatap muka langsung dengan masyarakat yang telah menjadi mitra kami. Kami melakukan sosialisasi dengan metode dimana kami mempresentasikan materi tentang cyber security lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antar kami dan masyarakat yang sudah menjadi mitra kami.

    Metode  yang  akan  digunakan  pada  kegiatan  ini  adalah  metode  pengabdian, selama  waktu pelaksanaan,  akan  diberikan  beberapa  materi  yang  berkaitan  tentang cyber security. Berikut merupakan materi-materi  yang akan disampaikan: 

    1. Pengertian Cyber Security
    2. Jenis-jenis penipuan di sosial media
    3. Format file yang dikirim bukan gambar (contoh: .apk)
    4. Pura-pura menjadi orang yang dikenal
    5. Penipuan dengan modus mendapatkan hadiah melalui akun tidak resmi
    6. Langkah-langkah pencegahan penipuan di sosial media
    7. Cek apakah pesan dikirim oleh nomor resmi atau bukan
    8. Beri pertanyaan yang hanya diketahui oleh anda kepada pelaku
    9. Blokir nomor pelaku penipuan
    10. Langkah-langkah pencegahan penipuan di telepon
    11. Cek nomor telepon di aplikasi GetContact
    12. Cek pesan dikirim oleh nomer resmi atau penipu

    Setelah  disampaikan  semua  materi,  para masyarakat terutama ibu-ibu diharapkan dapat mengerti untuk menjaga diri dari modus berupa link phisingfile yang berbentuk APK, pesan dari orang yang tidak dikenal, dan lain-lain. 

  • Manajemen Pelaratan Berkemah berbasis RFID dan   FP-Growth

    Manajemen Pelaratan Berkemah berbasis RFID dan FP-Growth

    Pengelolaan alat berkemah sangat penting untuk memastikan keamanan para pekemah dan memperpanjang umur alat. Algoritma aturan asosiasi Frequent pattern growth (FP-Growth) telah muncul sebagai alat yang ampuh untuk mengelola aset secara efektif. Algoritme ini digunakan untuk mengidentifikasi pola yang sering terjadi dalam kumpulan data besar, menjadikannya metode yang efisien untuk menemukan aturan asosiasi guna membantu organisasi membuat keputusan yang tepat tentang aset mereka. Dengan menganalisis data historis, algoritme dapat mengidentifikasi aset mana yang paling sering digunakan, mana yang paling membutuhkan pemeliharaan, dan mana yang paling mungkin gagal. Kemampuan algoritme untuk menangani kumpulan data besar secara efisien dan mengidentifikasi pola dan korelasi tersembunyi dalam data aset menjadikannya alat yang berharga untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset dan meningkatkan efisiensi secara keseluruhan. Penelitian yang telah dilakukan oleh dosen Rizka Reza Pahlevi dan Satria Akbar Mugitama dibantu oleh asisten penelitian Hussain (1301180122) mengusulkan pengelolaan aset alat berkemah menggunakan FP-Growth dan radio frequency identifier (RFID) untuk tag aset. Aset manajemen yang diusulkan dibangun di smartphone sistem operasi Android.

    Metode penelitian dibagi menjadi dua bagian: persiapan data dan eksperimen. Persiapan data merupakan tahapan mengumpulkan dataset yang digunakan dalam algoritma FP-Growth. Pengusul menggunakan data dari ASTACALA (Organisasi perkemahan di Universitas Telkom) sebanyak dua puluh enam transaksi. Kemudian, pada eksperimen merupakan tahapan untuk membangun algoritma FP-Growth dan menguji tingkat confidence.

    Hasil percobaan menunjukkan bahwa dukungan minimum mempengaruhi waktu yang dibutuhkan untuk membangun asosiasi. Minimal support yang kecil membutuhkan waktu yang lebih lama, sedangkan minimal support yang besar membutuhkan waktu yang lebih cepat. Nilai confidence digunakan untuk menentukan relevansi hasil output FP-Growth. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perbedaan support minimum berpengaruh terhadap kecepatan asosiasi bangunan, dan nilai kepercayaan berbanding lurus dengan support minimum yang digunakan. Penelitian ini dapat digunakan untuk studi kasus lainnya, dengan menggunakan data peralatan selain peralatan untuk kegiatan outdoor.

  • Meningkatkan Kesadasan dan Pengetahuan Tentang Keamanan Data Pribadi

    Meningkatkan Kesadasan dan Pengetahuan Tentang Keamanan Data Pribadi

    Pernahkan Anda mendapatkan pesan iming-imingan hadiah? pesan “mama minta pulsa”? atau semacam instruksi untuk menginstall dan mengunduh aplikasi? Besar kemungkinan pesan tersebut adalah pesan penipuan. Masalah penipuan di media online kini telah menjadi permasalahan yang meresahkan bagi masyarakat. Penipuan tersebut merugikan baik secara moral dan mental korban. Pasalnya, korban sering dikirimkan pesan ancaman, kerugian benda dan harta, bahkan hingga pencurian data privasi. Sehingga, masyarakat perlu waspada terhadap kejahatan tersebut. Namun, tidak semua masyarakat memiliki pengetahuan dalam tentang permasalahan ini. Atas dasar masalah tersebut, Tim Informatika Untuk Masyarakat (IUM) dari Program Studi S-1 Informatika, Fakultas Informatika, Universitas Telkom yang beranggotakan DEWA MADE WIJAYA, MUHAMMAD ARYA FIKRIANSYAH, M.SULTHON SAYID, YONALVA ANIS, dan RIFKI FAHRIZAL UBADILLAH melakukan kegiatan sosialisasi terhadap kesadaran dan pengetahuan tentang keamanan data pribadi. Tim tersebut mengambil lokasi di KLINIK BIDAN TATI KARWATI berlokasi di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Lokasi ini diambil karena merupakan lokasi yang publik yang strategis dalam bertemu masyarakat luas.

    DEWA MADE WIJAYA membawakan materi sosialisasi
  • Permainan Computational Thinking yang Melatih Kemampuan Motorik Anak Usia Dini

    Permainan Computational Thinking yang Melatih Kemampuan Motorik Anak Usia Dini

    Kemampuan Computational Thinking merupakan hal yang dapat dilatih sejak usia dini. Pelatihan CT tersebut dapat dilakukan mulai dengan hal-hal yang sederhana (lihat tinyurl.com/22eprc2f). Namun menjadi sebuah tantangan tatkala perlu dibangun suatu permainan CT yang dapat melatih motorik seorang anak di usia dini tersebut.

    Contoh implementasi permainan CT yang dapat melatih motorik anak dapat dilihat di

    https://youtu.be/MZtaZUGK7JQ

  • Algoritma Replacement pada Pemetaan Main Memory ke Cache (LFU+FIFO)

    Algoritma Replacement pada Pemetaan Main Memory ke Cache (LFU+FIFO)

    Terdapat beberapa algoritma pemetaan blok data dari main memory ke cache. Beberapa di antaranya adalah LFU (Least Frequency Used) dan juga FIFO (First In First Out). Untuk kasus tertentu, beberapa algoritma dapat dikombinasikan agar sistem tidak mengeluarkan status unrepresentative signal. Sehingga, ada kalanya seperti algoritma LFU ini dikombinasikan dengan FIFO agar sistem tetap dapat melakukan replacement dengan baik pada blok cache yang perlu diganti.

    https://youtu.be/Ct1BuU2znuk

  • Sistem Tracking Distribusi Vaksin Berbasis Blockchain

    Sistem Tracking Distribusi Vaksin Berbasis Blockchain

    Teknologi Blockchain dengan sifatnya yang immutable juga dapat digunakan untuk tracking distribusi vaksin. Bahkan untuk distribusi hewan atau semacam itu bisa menjadi bisnis model baru sebagai pengembangan lebih lanjut dengan menyertakan konsep asuransi. Hal ini diperlukan bilamana hewan yang didistribusikan sakit atau mati di tengah perjalanan, dan perlu dilakukan proses klaim.

    https://www.youtube.com/watch?v=IbhB273GefU

  • Dashboard Terintegrasi untuk IP Kamera di KPRI Sauyunan

    Dashboard Terintegrasi untuk IP Kamera di KPRI Sauyunan

    Koperasi erat hubungannya dengan masyarakat. Koperasi memiliki peranan erat terhadap pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan anggota koperasi. Dalam memperkokoh perekonomian nasional, koperasi melakukan seperangkat kegiatan. Salah satu kegiatan tersebut adalah simpan pinjam. Perputaran uang dan asset pada setiap anggota menjadi kegiatan yang umum pada koperasi jenis ini. Namun, sering kali aset-aset yang dimiliki pada koperasi tidak memiliki derajad keamanan yang baik. Permasalahan tersebut ditemukan pad koperasi pegawai republik Indonesia (KPRI) Sauyunan. Untuk melakukan penjagaan aset tersebut, KPRI Sauyunan telah memasang IP kamera. IP kamera yang sudah dipasang memungkinkan perekaman aktivitas yang berlangsung pada koperasi. Namun, akses terhadap IP kamera masih tidak efisien. Akses terhadap konfigurasi kamera, modifikasi model perekaman, dan peninjauan hasil rekam pada masing-masing IP kamera dilakukan secara independent. Hal ini menyebabkan proses administrasi menjadi tidak efisien. Selain itu, proses streaming pada setiap IP kamera menjadi tidak efisien karena memerlukan banyak antar muka. Sehingga diperlukan antarmuka yang dapat mengintegrasikan IP kamera dalam satu tempat untuk melakukan konfigurasi, evaluasi, dan melakukan perekaman seluruh kegiatan yang berlangsung pada koperasi.

    Pemasangan perangkat IP kamera yang sudah dilaksanakan pada 3 (tiga) lokasi seperti pada Gambar 1. Lokasi pertama merupakan halaman luar koperasi. Pada halaman koperasi menjadi tempat parkir kendaraan sehingga rawan terjadi pencurian. Lokasi kedua adalah halaman parkir dalam. Lokasi ketiga adalah ruang utama koperasi. Pada ruang utama inilah terjadi transaksi dan penyimpanan aset. Pemasangan IP kamera diberikan pada 6 (enam) pintu. Pintu pertama adalah pintu ruang tamu yang berada disebelah selatan sejumlah 2 (dua). Pintu ruang tamu ini langsung berhadapan dengan halaman luar sehingga rawan. Pintu kedua adalah pintu kemuju ruang utama koperasi disebelah timur sejumlah 2 (dua). Pintu kegita adalah pintu ruang diskusi yang berada disebelah utama sejumlah 2 (dua).

    Berdasarkan permasalahan yang sudah diidentifikasi, penulis mengusulkan solusi teknik yang cocok untuk mengintegrasikan seluruh IP kamera yang telah terpasang adalah dengan membuatkan dashboard terpadu IP kamera. Dashbaoard terpadu IP kamera merupakan antarmuka yang dapat digunakan untuk melaksanakan kegiatan yang berkenaan dengan konfigurasi, modifikasi, dan evaluasi IP kamera yang sudah terpasang. Dashboard terpadu IP kamera umumnya didedikasikan juga sebagai tempat untuk memantau lokasi secara terus menerus. Sehingga dengan menggunakan dashboard terpadu IP kamera, kegiatan konfigurasi, modifikasi, dan evaluasi dalam dilakukan secara bersamaan. Selain itu, hasil perekaman kegiatan yang sudah disimpan kedalam media penyimpanan berupa hardisk untuk semua IP kamera dapat dilihat dalam satu tempat. Hal tersebut tentu sangat memudahkan dalam proses pemantauan. Kegiatan-kegiatan fisik yang perlu dilakukan mampu dikerjakan oleh pihak koperasi, yaitu: a) membuka dashboard terpadu IP kamera, b) melakukan proses konfigurasi, modifikasi, atau evaluasi terhadap IP kamera, c) melihat rekaman langsung dari IP kamera secara terpadu.

    Pengembangan sistem administrasi dan keamanan pada koperasi sangat penting. Koperasi menunjang perekonomian nasinal dengan memperkuat kesejahteraan anggotanya melalui kegiatan perkoperasian. Pada pengabdian masyarakat yang dilakukan ini diusulkan untuk mengamankan aset dan seluruh kegiatan yang ada pada koperasi. Hal tersebut merupakan keperluan dasar yang harus dimiliki oleh koperasi. Keamanan berbasis IP kamera ini juga masih memiliki hal yang dapat dilanjutkan. Kemudian keberlanjutan yang dapat dilakukan selanjutnya adalah mendigitalisasi proses bisnis yang ada di koperasi Sauyunan. Hal ini penting untuk melakukan perekaman secara digital untuk mengurangi adanya kehilangan buku administrasi.

    Dari hasil umpan balik yang diberikan oleh KPRI Sauyunan menyatakan bahwa teknologi yang ditawarkan terhadap solusi dashboard terintegrasi untuk IP kamera adalah tepat sasaran. Hasil umpan balik ini menjadi acuan bahwa teknologi yang ditawarkan dapat digunakan secara praktis pada lingkungan KPRI Sauyunan.

    Kegiatan ini sesuai dengan roadmap yang ditawarkan. Roadmap pada tahun 2022, yaitu menciptakan dashboard terintegrasi untuk IP kamera.

    Untuk kegiatan lanjut adalah menerapkan deteksi physical distancing pada KPRI Sauyunan. Opsi kedua adalah melakukan maintenance lanjut

  • PELATIHAN APLIKASI EDUKATIF PEMBELAJARAN BERFIKIR KOMPUTASIONAL SECARA DARING UNTUK GURU PAUD DI DESA PANANJUNG KAB. PANGANDARAN

    PELATIHAN APLIKASI EDUKATIF PEMBELAJARAN BERFIKIR KOMPUTASIONAL SECARA DARING UNTUK GURU PAUD DI DESA PANANJUNG KAB. PANGANDARAN

    Computational Thinking (CT) atau berfikir komputasional adalah serangkaian pola pemikiran yang meliputi pemahaman dari permasalahan dengan gambaran yang sesuai, bernalar pada beberapa level abstraksi dan pengembangan dari penyelesaian otomatis [1]. CT menjadi dasar bagi Bidang Informatika dan sangat erat kaitannya dengan teori komputasi. CT harus menjadi dasar bagaimana seseorang berfikir dan menciptakan dan menggunakan beberapa tingkatan abstraksi, mulai memahami persoalan sehingga mengusulkan pemecahan solusi yang efketif, efisien, “fair” dan Aman [2].

    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (KemenDikBudRisTek) telah membuat Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran pasca pandemik Covid-2019. Pada SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 719/P/2020 yang intinya Pemerintah memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan untuk mengimplementasikan kurikulum hasil pengembangan salah satunya adalah Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka [3].

    Pada Kurikulum Merdeka jenjang PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan SD (Sekolah Dasar) Kelas Awal, Kebijakan penguatan Literasi Dasar terus dilanjutkan dan masalah pembelajaran literasi dini (early literacy) dan numerasi dini melalui kegiatan bermain-belajar yang dianjurkan dimulai dengan guru membaca nyaring (read aloud) buku bacaan anak, diikuti dengan berbagai aktivitas yang mengembangkan kemampuan literasi dasar. Dimana kegiatan ini untuk mendukung perkembangan anak agar siap bersekolah (school-ready).

    Selain itu Kemendikbudristek akan menambah muatan Informatika menjadi bagian dari Kurikulum 2013 pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Walaupun muatan ini akan diterapkan di Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, namun pentingnya muatan Informatika dapat diajarkan kepada peserta didik sejak usia dini [4].

    Pada Kurikulum Merdeka salah satu elemen capaian Pembelajaran pada PAUD diarahkan untuk menguatkan kemampuan dasar literasi (early literacy) dan numerasi dini untuk mendukung kemampuan bernalar kritis, kreatif dan kolaboratif dan menunjukkan kemampuan awal menggunakan dan merekayasa teknologi serta untuk mencari informasi, gagasan dan keteramplan secara aman dan bertanggung jawab agar anak didik siap bersekolah (school-ready)[5].

    Tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat salah satu Kelompok Dosen Kelompok Keahlian Cyber Physical System yang terdiri dari Dosen Andrian Rakhmatsyah, Dr. Vera Suryani, Dr. Bayu Erfianto dan Dr. Fazmah Arif Yulianto ialah Mengenalkan lebih jauh mengenai pembelajaran berfikir komputasional bagi Guru PAUD di Desa Pananjung. Umpan balik yang dihasilkan dari kegiatan ini antara lain bahwa Kegiatan ini sangat menarik, dan bermanfaat untuk para guru PAUD di Desa Pananjung, Kab. Pangandaran. Dalam sesi sharing dan diskusi dengan para Guru PAUD, Tim Abdimas yang juga merupakan para mantan Ketua Program Studi di Fakultas Informatika ini juga memberikan sharing pengalaman dengan para Guru PAUD, terkait bagaimana mengelola ekspektasi orang tua yang berlebihan disaat memasukkan anak-anaknya mengiktu Pendidikan di PAUD. Dalam kegiatan ini, juga dihadiri oleh Isteri Kepala Desa Pananjung, Kab. Pangandaran. Dalam kesempatan itu pula, Isteri Kepala Desa menyambut baik masukan dari Tim Abdimas dan Para Guru PAUD yan hadir untuk program selanjutnya di Desa Pananjung. Sebanyak 81,6% menyatakan Setuju dan 18,2% menyatakan Sangat Setuju bahwa kegiatan ini sudah sesuai dengan tujuan dan 72,7% Setuju dan 27,3% Sangat Setuju bahwa kegiatan ini sesuai kebutuhan dari peserta.

    Pustaka

    1. Tak Yeon Lee, “CTArcade: Computational Thinking with Games in School Age Children”, International Journal of Child-Computer Interaction 2 (2014)
    2. Bebras.or.id, “Tantangan Bebaras Indonesia 2017 Bahan belajar Computational Thinking”, NBO Bebras Indonesia, 2017
    3. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, “Kajian Akademik Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran”, Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Edisi 1, Februari 2021
    4. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, 2019, Pedoman Implementasi Muatan/Mata Pelajaran Informatika Kurikulum 2013 Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah
    5. Salinan Keputusan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi No. 008/H/KR/2022 Tentang Capaian Pemmbelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka
  • Abdimas dengan mitra Bandung Highland Community Center

    Abdimas dengan mitra Bandung Highland Community Center

    Sebagai bentuk komitmen tim abdimas Telkom University Fakultas Informatika dari KK Cyber Physical System untuk memberikan dukungan penerapan IT pada pusat layanan komunitas Bandung Highland, maka pada periode 1 tahun 2022, kami telah melaksanakan kegiatan abdimas tahap 2 pada komunitas ini. Di tahap 2 ini dukungan diprioritaskan pada migrasi system web ke platform WordPress dengan tambahan fitur indexing halaman web pada Google dan aktivasi SSL. Diharapkan dengan implementasi ini proses pengelolaan web dapat lebih mudah dan lalu lintas data via jaringan Internet dapat lebih aman. Tim abdimas ini terdiri dari tiga orang dosen fakultas Informatika yaitu Niken Cahyani, Erwid M. Jadied dan Satria Mandala, dibantu oleh 2 orang mahasiswa prodi Teknik Komputer, yaitu Jaisy Malikulmulki Arasy dan Muhammad Husain Rifa’i.